Minggu, 11 April 2021

SEJARAH PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN


A. Sejarah Ilmu Pengetahuan Manusia

1. Zaman Purba

Zaman ini di tandai dengan di temukannya alat-alat yang terbuat dari batu dan tulang-belulang. Pengetahuan yang di perolehnya, terbatas pada pengalaman dan kemampuannya mengamati alam sekitarnya.


2. Zaman Yunani (600-200 SM)

Pada zaman ini kemampuan berfikir manusia sudah lebih maju, oleh karena adanya penemuan alat bantu yang lebih baik dan mulai menggunakan akal sehat sehingga mitos dengan berbagai legendanya sedikit demi sedikit di tinggalkan.


Beberapa tokoh atau ilmuan Yunani yang berpengaruh atau memberikan sumbangan besar terhadap pola pikir manusia saat itu :


Thales (624-548 SM)

Anaximenes (560-520 SM)

Herakleitos (560- 470 SM)

Pytagoras (580-548 SM)

Sorcates (470-399 SM)

Plato (427-347 SM)

Aristoteles (384-322 SM)

Hyppocrates (460-377 SM)

Archimedes ( 287-212 SM)


3. Zaman Pertengahan

Pada zaman pertengahan merupakan zaman keemasan islam dimana pengaruh bangsa arab sangat menonjol.

Banyak peninggalan pengetahuan yunani di terjemahkan serta penemuan tentang kedoteran yang di tulis dalam bentuk buku dan di pakai sebagai acuan dalam dunia pendidikan islam dan eropa.


Penemuan penting yang tetap di gunakan sampai saat ini adalah penulisan bilangan (angka arab) dan desimal yang menghasilkan ilmu aljabar.  Matematikawan,  Al-Khawarizmi yang pertama kali memperkenalkan konsep angka aljabar menjadi bilangan yang dapat menjadi kekuatan.

Beberapa di antara filosof zaman pertengahan atau zaman keemasan islam yang lain antaranya adalah :

Al-Zahrawi 

Avicenna (Ibnu Shina)

Al-Jazari

Abbas Ibnu Firnas

Ibnu Al-Haitham

Al-Biruni


4. Zaman Modern (Abad 15 – Sekarang)

Zaman ini di mulai pada abad ke 15, banyak penemuan yang mengubah pola pikir sebelumnya terutama dengan penemuan empiris yang didukung oleh alah bantu yang lebih baik.

Pengambilan kesimpulan di lakukan berdasarakan data pengamatan atau experimentasi yang diperoleh yang berdasarkan fakta.


Empirisme adalah paham yang berpendapat bahwa fakta yang tertangkap lewat pengalaman atau pengamatan manusia adalah sumber kebenaran .

Pada zaman tersebut di kuasai oleh suatu gerakan yang di sebut ranaissance, yang berarti kelahiran kembali.


Penemuan alat bantu yang lebih canggih harus bertentangan dengan kepercayaan maupun kekuasaan yang ada saat itu.

Revolusi industri awal abad 19, telah memberikan dampak terhadap alam semesta dan penghuninya.

Akibat dari tata cara hidup manusia maka lingkuyngan yang asasi telah berubah menjadi ruang hidup yang akan dapat menampung fungsi masyarakat modern.


Perkembangan ilmu pengetahuan di zaman modern ini mengilhami banyak pemikir di antaranya Prof. Dr. Dadang ahmad S., M.Eng.Sc., yang juga Wakil Rektor 1 UnHas yang membidangi akademik, mengatakan bahwa paradigma ilmu pengetahuan seharusnya bergeser dari sains mekanistik ke sains humanistik.

Pemikir lain adalah Prof.Dr. Mappadjantji Amien, MT.Surv.,Sc yang menyampaikan bahwa perkembangan sains modern akan bergeser ke sains baru. Berdasarkan pemahaman Mappadjantji Amien,Sains Baru memiliki paradigma “Holisme”, berbeda dengan sains modern yang sifatnya “Cartesian-Newtonian”.


Pemikiran berbeda di sampaikan Prof. Dr. H. Hanapi Usman, MS. Yang sekaligus merupakan Kepala UPT MKU Unhas, bahwa sains moderen memiliki sunstansi keteraturan yang selalu bersinergi antara satu komponen dengan komponen yang lain.


B. Ruang Lingkup Perkembangan Ilmu Pengetahuan 

1. Klasifikasi Ilmu Pengetahuan          

Sampai  mendekati abad pertengahan, perkembangan ilmu pengetahuan belum begitu luas dan dalam , sehingga sekarang seseorang yang mempunyai cara berpikir tajam dan kritis akan sangat mungkin dapat menguasai beberapa ilmu sekaligus.

Akan tetapi setelah abad pertengahan atau abad kemajuan pemikir-pemikir islam, perkembangan ilmu relatif lebih pesat dan mendalam sehingga tidak mungkin lagi seseorang menguasai berbagai bidang ilmu secara mendalam , oleh karena itulah di perlukan klasifikasi ilmu pengetahuan.

Berdasarkan Aktifitas dan kreasi akalnya, manusia semakin maju dalam  mengembangkan ilmu pengetahuan.

Ilmu pengetahuan sebagai produk akal manusia, juga mempunyai ciri lain,yaitu sifatnya yang relatif atau tentatif, sehingga tidak mengenal adanya istilah final dalm suatu produk ilmu pengetahuan.

Berdasarkan beberapa argumentasi dalam arti yang luas, maka ilmu pengetahuan atau sains di klasifikasikan atas :

Ilmu Pengetahuan Sosial (Sosial science)

Sosiologi

Studi tentang tingkah laku sosial terutama tentang asal-usul organisasi, intitusi dan perkembangan masyarakat manusia

Ekonomi 

Cabang ilmu pengetahuans sosial yang berhubungan dengan produksi, tukar menukar barang, pengelolaan dalam lingkup rumah tangga perusahaan atau negara.

Sejarah

Suatu ilmu yang mempelajari tentang pencatatan rekam jejak atau peristiwa-peristiwa yang telah terjadi pada suatu bangsa, negara atau individu.

Etnologi

Ilmu yang mempelajari tentang antropologi dari aspek sistem sosio ekonomi dan pewarisan kebudayaan dan faktor pertumbuhan, perkembangan kebudayaan serta perubahaanya dalam masyarakat primitif.

Antropologi 

Cabang ilmu yang mempelajari asal-usul dan perkembangan jasmani, sosial, kebudayaan serta tingkah laku manusia.

Pendidikan 

Model perlakuan atau proses latihan yang terarah, teratur dan sistematis menuju ke suatu tujuan tertentu.

Psikologi

Suatu cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang proses yang terjadi dalam diri manusia dalam hal mental, sikap, tingkah laku dan lain-lain.


Ilmu Pengetahuan Alam (Natural Science)

Fisika 

Fisika merupakan Cabang Ilmu Pengetahuan Alam yang mempelajari tentang fenomena alam semesta dengan segala isinya. 

Mulai dari mikrokosmos sampai dengan makrokosmos khususnya berkaitan dengan benda atau materi baik padat, cair dan gas, energi dalam aspek wujud dan perubahan fisik yang bersifat sementara.

Kimia  (Chemistry)

Suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari benda hidup dan tidak hidup dari aspek susunan materi dan perubahan-perubahan secara kimiawi yang bersifat tetap.

Filosopi Ilmu Kimia secara garis di bagi menjadi :

Kimia Anorganik, mempelajari tentang unsur kimia dalam zat tak hidup.

Kimia Organik, Mempelajari  karakter unsur kimia dalam zat hidup dan berkaitan antara keduanya.

Biologi ( Biological Science)

Ilmu pengetahuan yang  mempelajari makhluk hidup dan gejala-gejalanya. 

Biologi di bagi atas berbagai cabang ilmu antara lain :

Botani, cabang  ilmu yang mempelajari  seluk beluk tentang tumbuhan.

Zoologi, cabang biolagi yang mempelajari  tentang hewan

Marfologi, mempelajari tentang bentuk struktur dalam makhhluk hidup

Anatomi,  mempelajari tentang bentuk struktur dalam makhluk hidup

Fisiologi, memepelajari tentang fungsi bagian-bagian tubuh atau organ makhluk hidup

Sitologi, memepelajari tentang sel secara mendalam yang meliputi struktur, molekuler, dan sebagainya.


Ilmu pengetahuan Bumi dan Antariksa (Earth Science And Space)

Geologi

Cabang ilmu yang memepelajari  tentang struktur bumi, yang menyangkut tentang struktur bumi, perubahan materi baik yang terdapat di permukaan tanah  maupun yang terdapat dalam perut bumi, menggunakan konsep dasar kimia dan fisika.

Astronomi

Suatu ilmu pengetahuan yang memebahas tentang benda-benda ruang angkasa dan semua aspek yang berkaitan dengan alam semesta.

Geografi

Golongan ilmu pengetahuan yang memepelajari tentang muka bumi dan produk ekonomi sehubungan dengan makhluk hidup terutama manusia.

Matematika 

Matematika sebagai salah satu bidang ilmu tidak termasuk dalam kategori pembagian ilmu pengetahuan tersebut, oleh karena kedudukan matematika merupakan penunjang pengembangan semua disiplin ilmu yang lain. Matematika merupakan alat bahasa yang dapat di gunakan untuk membahasakan  hukum-hukum alam dan beberapa fenomena pada semua bidang ilmu , sehingga di sebut juga bahwa matematika merupakan cabang ilmu yang tidak hanya berdiri sendiri, tetapi dapat menyatu pada semua displin ilmu pengetahuan.


2. Fokus Pembentukan  Multidisiplin Ilmu

a. Pemfokusan Ilmu 

Perkembangan Ilmu terus menerus dan begitu cepatnya terutama mulai abad ke-20, menyebabkan klasifikasi ilmu berkembang ke arah displin ilmu yang lebih spesifik.

Berdasarkan pengembangan fokus ilmu tersebut, menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan berkembang dengan pesatnya sehingga tidak memungkinkan  lagi seseorang dapat menguasai beberapa atau bahkan satu bidang ilmu tertentu.

b. Multidisiplin dan Interdisiplin Ilmu 

Multidisiplin ilmu merupakan ilmu pengetahuan yang cakupan pembahasannya menggunakan lebih dari satu kelompok disiplin ilmu, misalnya IPA, IPS, dan IPBA.

Interdisiplin ilmu merupakan ilmu pengetahuan yang cakupan pembahasannya menggunakan satu kelompok disiplin ilmu saja.


C. Pengembangan Ilmu Pengetahuan

Dalam abad 20 terakhir ini pengembangan ilmu pengetahuan mencatat loncatan-loncatan penting dan kemajuan yang sangat pesat.

Pada bidang kedokteran tercatat perubahan besar oleh hippocrates yang melihat kedokteran secara holistik, dimana individu di amati secara utuh dalam lingkungannya sebagai bagian dari alam.

Pengembangan ilmu biologi sebelum abad 20 hanya bersifat deskriptif namun sekarang orientasinya berkembang ke arah analisis dan berkembang begitu pesat.

Tidak semua bidang atau cabang ilmu maju dan berkembang sama pesatnya pada setiap kurun waktu dan tempat.

Dalam masa belakangan ini, beberapa bidang tampak melaju dengan sangat menonjol dan oleh karena itu berpengaruh besar terhadap manusia dan kehidupannya.

Bidang-bidang ilmu yang utama adalah :

Ilmu-ilmu nuklir (Nuclear science)

Fisika dan kimia nuklir telah sanggup menghasilkan buah yang tidak di duga sama sekali, Fisi dan Fusi Atom melepaskan tenaga yang luar biasa besarnya, yang terutama berkembang atau di kembangkan ke arah pembuatan secara besar-besaran senjata nuklir.

Ilmu-Ilmu Kimia (Chemistry science)

Bidang kimia tidak kalah pesatnya di mana para ilmuan kimia telah berhasil membuat  sejumlah besar persenyawaan baru yang sebelumnya belum pernah terdapat di alam dan senyawa tersebut memiliki manfaat yang begitu besar bagi manusia.

Bioteknologi (Biotechnology)

Bidang bioteknologi dapat di gunakan  untuk memproduksi senjata biologis, terutama kuman, virus dan toksin.



Ilmu Informasi dan Komunikasi ( Comunication and Information science)

Microelektronika sanagt membantu dalam informatika dan komunikasi sejak dari produksi, pengolahan, penyimpanan, dan penyebaran informasi sampai ke penerimanya.

Imu-Ilmu Antariksa

Perkembangan ilmu antariksa juga mengalami kemajuan yang luar biasa pada abad 20 ini, terutama setelah di temukannya komputer, satelit dan pesawat ulang-alik.

Ilmu Penginderaan

IPTEKS Pengindera yang berkembang pesat saat ini membuat beberapa negara telah dapat mengetahui potensi  sumber daya yang dimilikinya, sehingga negara yang teknologi penginderaannya sangat canggih dapat menjual informasi dan kecanggihan teknologinya kepada negara lain.



 

Daftar Pustaka


Hanapi Usman  DKK , 2013, Buku Ajar Wawasan Ipteks  , Lembaga Kajian dan Penulisan Sejarah Budaya Sulsel, halaman 63-93



Tidak ada komentar:

Posting Komentar